• Batik Jogja


    Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang kaya akan seni budaya tidak terlepas dari berbagai jenis karya seni dari setiap daerah yang memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing. Khususnya Jogja yang merupakan kota yang sarat akan budaya ini mempunyai pakaian khas nya yaitu Batik Yogyakarta.

    Sobat PKG YIA pasti sudah tahu bahwa setiap daerah di Tanah Air memiliki motif batik yang berbeda dan menjadi ciri khas. Kain batik khas Jogja ini mempunyai berbagai macam motif yang cantik dan mengandung makna atau filosofi tersendiri. Sebagai masyarakat Indonesia, sobat PKG YIA tentu perlu mengetahuinya agar kain batik tetap lestari.

    Yukk, kita simak beragam motif batik khas Jogja beserta....


  • Labuhan Merapi


    Ritual yang digelar dalam rangka Tingalan Jumenengan Ndalem (ulang tahun kenaikan tahta) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tersebut dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Kliwon Surakso Harga atau biasa disapa Mas Asih mengawali ritual Labuhan Merapi dengan memanjatkan doa di petilasan kediaman Mbah Maridjan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

    Selesai berdoa, Mas Asih memimpin arak-arakan abdu dalem dan masyarakat dengan membawa ube rampe dari Keraton Yogyakarta menuju tempat labuhan di Sri Manganti di kaki Gunung Merapi. Butuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke lokasi dengan berjalan kaki.

    Selesai berdoa, Mas Asih memimpin arak-arakan abdu dalem dan masyarakat dengan membawa ube....


  • Tari Serimpi Merak Kesimpir


    Tari serimpi merupakan tarian yang keberadaannya sudah ada sejak Kerajaan Mataram Islam berdiri, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Tepatnya tarian serimpi berasal dari daerah Jawa Tengah Provinsi Yogyakarta.

    Pada zamannya tarian ini hanya ditarikan di lingkungan kerajaan atau keraton saja. Adanya hal itu karena tari serimpi dianggap bukan hanya tarian seni semata, namun dianggap juga sebagai suatu pusaka milik keraton yang sifatnya luhur.

    Sebagian orang dari kita, mungkin ada yang belum tau bagaimana sejarah kemunculan tari serimpi. Pada tahun 1613-1646 tari serimpi merupakan salah satu wujud kejayaan dari Kerajaan Mataram, dibawah pemerintahan Sultan Agung....




  • Tari Beksan Lawung Ageng


    Sebagai orang awam yang bukan seniman tari, tentu saya sangat senang kala bisa melihat pertunjukkan tari secara langsung. Seperti ketika saya datang ke perayaan budaya yang berlangsung di Situs Gunung Gamping, yaitu situs bersejarah yang berada di kawasan Ambarketawang, di sebuah desa yang terletak di kawasan selatan Kota Yogyakarta.

    Perayaan budaya tersebut diisi berbagai macam pertujukkan yang asyik nan menarik. Salah satunya pertunjukkan Beksan Lawung Ageng. Sebuah tarian yang semua pemerannya adalah laki-laki. Ketika menikmati tarian tersebut, rasa-rasanya saya bukan hanya menikmati gerakan tarian saja, melainkan gerakan silat yang digubah sedemikian rupa hingga melahirkan gerakan yang aduhai. Semakin penasaran dengan unsur-unsur yang dihadirkan, akhirnya saya ....


  • Wayang Wong


    Disebut juga ringgit jalma adalah drama tari yang membawakan cerita-cerita dari wiracarita Mahabarata (kemudian juga perpaduan antara Mahabarata dan Ramayana). Wayang wong gaya Yogyakarta diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwana I (1755-1792). Wayang wong gaya Yogyakarta mengalami puncak perkembangan dan mencapai bentuknya yang sempurna dan bulat pada zaman pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VIII (1912-1939).

    Pada masa 18 tahun di Istana Yogyakarta diproduksi pertunjukkan wayang wong sebanyak 15 lakon, yang sebagian bersumber pada wiracarita Mahabharata. Lakon dari wiracarita Ramayana hanya ditampilkan sebagai perpaduan antara Mahabharata dan Ramayana, yaitu lakon Semar Boyong, . Rama Nitik dan Rama Nitis pada tahun 1933....


  • Sekaten & Grebeg Mulud


    Tradisi Grebeg Mulud digelar untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulud Nabi. Setiap tahunnya, Keraton Yogyakarta mengadakan tradisi Grebeg Maulud pada tanggal 12 bulan Maulud (Rabiul Awal). Pada tahun 2020 ini, jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020.

    Namun sayangnya, karena pandemi masih berlangsung, Grebeg Maulud pada tahun 2020 ini ditiadakan. Kraton Jogja akan tetap melakukan penyesuaian prosesi pembagian gunungan Grebeg Maulud secara terbatas untuk keluarga, kerabat dan abdi dalem Keraton Yogyakarta.

    Proses keluarnya gamelan Sekati Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga dari Bangsal Ponconiti Kraton Jogja menuju Masjid....